Lagugue.com : Download Lagu Semau Lo!

Lagugue.com : Download Lagu Semau Lo! - Indonesia akhirnya memiliki aturan resmi terkait pemblokiran laman (website) negatif.  Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) no.19 tahun 2014 telah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM. Ini artinya, pemerintah bisa memblokir situs yang dipenuhi konten yang dianggap negatif. Di sisi masyarakat, mereka akan berpikir dua kali untuk memposting konten bermuatan negatif.


Lagugue.com : Download Lagu Semau Lo!
Lagugue.com : Download Lagu Semau Lo!
Permen no.19 tentang penanganan situs internet bermuatan negatif ini dimunculkan untuk mengisi kekosongan hukum mengenai tata cara  pemblokiran konten internet yang dinilai negatif. Peraturan ini juga sebagai turunan dari pengaturan konten yang ditulis dalam UU no.11 Tahun 2008 terkait Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).


Sayangnya, beberapa kritikan berdatangan dari para penggiat dan komunitas internet. Beberapa komunitas Download Lagu yang mengkritik Permen itu yakni Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), ICT Watch, LBH Pres, Safenet, ICJR, AJI Indonesia dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Mereka menyoroti mekanisme penanganan situs negatif dan dasar legalitas permen tersebut masih tidak jelas.

Dalam pernyataan pers yang ditulis 10 Agustus lalu, para pegiat internet Lagugue.com : Download Lagu Semau Lo! itu mengatakan bahwa kehadiran Permen no.19 ini mengandung sejumlah kelemahan dasar.

Beberapa di antaranya adalah permen ini dianggap akan membatasi hak berekspresi dan berinformasi.  Pembatasan ini  haruslah memenuhi kaidah pembatasan, salah satunya keharusan ‘diatur dalam undang-undang’. Hal itu dimaksudkan untuk menjamin adanya partisipasi publik dalam pembahasannya, yang diwakili DPR, serta memastikan adanya transparansi dan akuntabilitas dalam tindakan pembatasannya.

“Kaidah tersebut  sejalan dengan ketentuan pasal 28 J ayat 2 UUD 1945 yang mengharuskan perumusan cakupan pengurangan hak hanya mungkin dilakukan melalui pengaturan dalam UU, bukan peraturan teknis setingkat peraturan pemerintah, apalagi peraturan menteri,” tulis mereka.

Selain itu juga ada ketidakjelasan tentang yang dimaksud dengan konten bermuatan negatif. Permen ini dianggap dapat membatasi konten apapun yang ada di internet, karena rumusan cakupan pengaturannya menjadi sangat luas dan tidak spesifik. Sama halnya dengan frasa yang terdapat dalam permen tersebut yang berbunyi “kegiatan ilegal lainnya...”.

“Permen Kominfo ini bertentangan dengan hukum dan mencederai proses penegakan hak asasi karena pengaturannya dilakukan secara tidak tepat dan serampangan. Tegasnya, meski dibuat melalui peraturan, Permen Kominfo ini adalah sebuah upaya untuk melakukan tindakan pembatasan yang ilegal,” tulis pernyataan Pers tersebut.

Kejanggalan lainnya adalah pemberian kewenangan kepada masyarakat untuk turut serta melakukan pemblokiran. Ini tidak sesuai dengan pasal 28 I ayat 4 UUD 1945 yang secara jelas merujuk pada kewenangan dan otoritas negara, bukan entitas privat, yang dapat melakukan tindakan pembatasan hak asasi.

“Bagi sektor bisnis, dalam hal ini para ISP, pemberian kewenangan ini merugikan,” tulisnya.

Berdasarkan banyak pertimbangan itu, para pegiat internet itu pun dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap Permen Kominfo tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif. Mereka pun mendesak peraturan itu untuk ditarik atau dibatalkan.

Banyak Pihak Donwload Lagu di Lagugue.com


Kemenkominfo mengaku heran dengan aksi penolakan yang dilancarkan oleh para penggiat internet ini. Pasalnya, sebelum Permen ini diundangkan, Kominfo mengaku telah melakukan diskusi secara intensif terkait dengan tata cara penanganan konten negatif ini. Bahkan mereka pun memberikan masukan.

“Pembahasan aktif sejak 2013. Kami juga mengundang banyak, seperti Nawala, APJII, Klik Indonesia, dan beberapa lainnya. Saya ingat pada 5 Desember 2013 ada diskusi terbuka tentang tata cara penanganan konten negatif. 14 Februari 2014 masuk uji publik. 3-15 Maret kami menerima masukan publik. Pada 24 Maret kami memberi tanggapan. Kami juga sudah bicara dengan dewan pers. Secara spirit, mereka sudah setuju,” kata Kepala Informasi dan Humas Kemenkominfo, Ismail Cawidu, saat dihubungi VIVAnews pada Rabu 13 Agustus 2014.

Dalam prosesnya, lanjut Ismail, telah dijelaskan pula mengenai apa itu konten negatif. Menurut dia, dalam Permen itu ada dua jenis yang dimaksud konten negatif, pornografi dan yang meresahkan masyarakat.

“Meresahkan masyarakat itu seperti konten berbau SARA, pelanggaran hak cipta Download Lagu Artis, dan lainnya. Untuk konten pornografi, dalam permen tersebut dijelaskan bahwa Kominfo bisa langsung memblokir karena sesuai juga dengan UU no.44 tahun 2008 pasal 17 dan 18. Sedangkan bagi konten yang dianggap meresahkan masyarakat, kami tidak serta merta memblokir. Harus ada pelaporan dari masyarakat,” kata Ismail.

Pemblokiran itu pun, kata Ismail, tidak langsung dieksekusi melainkan harus melewati beberapa mekanisme. Ismail bercerita ketika Kominfo mendapat pengaduan dari BPOM terkait adanya 200 situs yang dianggap menjual obat palsu. Setelah laporan diterima, Trust + tidak serta merta memblokir. Mereka melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.

Berbicara mengenai Trust+, ketakutan Lagugue.com : Download Lagu Semau Lo! juga menguak ke permukaan yang mengkhawatirkan Trust+ akan menjadi organisasi superbodi. Penggiat internet pun mempertanyakan legitimasi keberadaan Trust+ . Dalam Permen tersebut, penggiat internet menganggap Trust+ tidak memiliki legitimasi, prosedur serta audit kinerja yang transparan dan akuntabel.

Daftar situs yang harus diblokir ISP pada Trust+ adalah database yang dikeluarkan oleh Kominfo. Daftar situs di Trust+ wajib mendapat perhatian pemblokiran dari PJI atau ISP di Indonesia tanpa terkecuali. Hal inilah yang dianggap bisa digunakan pemerintah untuk melakukan pemblokiran semena-mena, meski Ismail telah menjelaskan jika daftar Trust+ tersebut berasal dari aduan masyarakat dan proses pemblokirannya pun tidak mudah.

"Kami itu ingin pemblokiran diambil alih oleh pemerintah. Mereka langsung yang memblokir, bukan diserahkan kepada para ISP," ujar Sammy kepada VIVAnews. Ia mengusulkan agar pemerintah memiliki mesin filtering nasional untuk menangani situs negatif, khususnya pornografi.

Terkait dengan pemblokiran situs yang dilimpahkan ke APJII, Ismail mengatakan jika sejatinya bisa saja Kominfo melakukan pemblokiran sendiri. Namun Kominfo menghindari hal itu agar ada transparansi dan kontrol dari pihak luar.

Jika merujuk pada permintaan APJII dan ketakutan pegiat internet akan kesewenangan yang dilakukan pemerintah melalui Trust+, sepertinya hal ini tidak sinkron. Pasalnya, jika pemblokiran dilakukan oleh Kominfo berdasarkan daftar yang dibuat oleh Kominfo sendiri, kemungkinan Trust + dan pemerintah menjadi superbodi dalam melakukan pembatasan di dunia maya bisa dengan mudah terjadi dan kesempatannya pun lebih besar.

Berita baiknya, dipaparkan Ismail, dalam peraturan itu juga disebutkan jika sebuah situs memiliki kemungkinan untuk dihidupkan kembali jika konten negatif di dalamnya telah dihilangkan.

“Mengapa perlu mempersoalkan prosesnya ketimbang memikirkan dampak ke depannya? Bayangkan jika seseorang menonton pornografi di internet dalam waktu 30 menit. Biaya internetnya masuk ke pengusaha saat itu juga tapi kerusakan moral yang ditimbulkan bisa berlangsung lama,” kata Ismail.

Sensor Dimana-mana Lagugue.com : Download Lagu Semau Lo!

Menurut pengamat dari Indotelko Forum, Doni Darwin mengatakan jika masalah sensor internet telah ada di mana saja, bahkan sekelas Amerika sekalipun. Namun yang menjadi isu adalah bagaimana menggunakan ‘pedang’ itu dengan efektif dan tidak merugikan.

“Kami sendiri mendukung adanya tata kelola yang baik di dunia maya. Kami melihat ada persepsi, orang bisa sebebas-bebasnya dengan internet. Lagugue.com : Download Lagu Semau Lo! Padahal kebebasan itu bertanggung jawab dan ada norma serta etika yang ditaati,” kata Doni.

Untuk itu, lanjut dia, solusi dari kontroversi saat ini adalah dengan diubahnya cara sensor, platform untuk mensensor itu harus bottom up dan melibatkan interdisiplin serta semua elemen masyarakat.

“Sikap Kominfo yang kaku dengan mempertahankan Trust+ justru menjadikan mereka sebagai musuh bersama bagi netizen. Harusnya duduk bersama menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Intinya, kata Doni, jangan merasa bisa terlalu bebas di Lagugue.com : Download Lagu Semau Lo! dunia maya. Fenomena ini bisa jadi berbahaya. Terbukti dengan banyaknya akun anonim di dunia maya, terutama sosial media. Bahkan banyak orang yang mempercayai semua pernyataan di akun anonim itu, dan menjadikannya rujukan.